HOME GALLERY BURSA BONGGOL ARTIKEL PRODUK
2 November, 2007
 
 
KRITERIA BONGGI
Kriteria Adenium
Deskripsi Bonggi
KRITERIA UNIK
Unik - Krep
Unik - Siki / Dinamis
Unik - Root Ekspose
Unik - Horisontal
Unik - Obyek / Binatang
Unik - Akar Balik
Unik - Akar Bintang
Unik - Natural
Unik - Kecil Mini
KRITERIA BTG BESAR
Medium - Besar
Giant / Raksasa
KRITERIA BTG BESAR
Bonsai Style

ADENIUM

SENI MENATA BONGGOL ADENIUM DALAM POT (BONGGI) -
KRITERIA ADENIUM YANG BAIK

Di Indonesia Adenium dipelihara karena bunganya yang menarik , beraneka ragam , dan juga adanya keunikan bentuk bonggol adenium , khususnya bonggol lokal yang tidak terdapat dinegara lain. Sering dijumpai di beberapa tempat di Indonesia seperti Bali , Lombok , dan beberapa tempat di Jawa yang memiliki sejarah penanaman adenium di pot yang cukup lama , memiliki bonggol-bonggol dan pohon adenium yang unik dan berukuran raksasa baik dengan bonggol yang berdiameter dan ketinggian sampai 1 (satu) meter , atau adenium denagn batang tinggi besar seperti pohon raksasa. Umumnya adenium-adenium tersebut berumur antara 20 s/d 50 tahunan.

Keunikan bonggol akar ini juga menjadi daya tarik mengapa fenomena adenium berbeda dari tanaman hias yang lainnya. Pada Tanaman hias lainnya , ketika sedang trend booming harganya selangit , tetapi dengan cepat jatuh sampai menjadi harga recehan. Ketika sudah punya satu cenderung tidak akan membeli jenis dan tipe yang sama. Dalam mengkoleksi adenium keunikan bonggol akar dan penampilan keseluruhannya , seperti mengkoleksi barang antik yang tidak pernah habis dinikmati , seberapa banyaknya tidak akan pernah berhenti , meskipun kita sudah memiliki warna bunga hybrid yang sama - " Keunikan adenium terletak pada tidak ada dua adenium yang sama " -. Harga adenium cenderung stabil , karena untuk menciptakan bonggol akar diperlukan waktu lama , sementara itu kebosanan orang tidak cepat muncul karena aneka ragam warna bunganya terus bermunculan.

Secara umum adenium untuk koleksi di pot berbeda dengan adenium untuk landscape. Adenium landscape tidak perlu menonjolkan bonggol akar , tetapi lebih pada rumpun yang memiliki daun dan percabangan yang kompak , dan bunga yang ramai merekah. Penanamannya juga kerapkali berkelompok. Hal ini lumrah dilakukan di Landscape hotel-hotel dibali sejak era 80 -an. Penggunaan Adenium menjadi komponen yang penting pada landscape , mengingat kemudahan didalam pemeliharaan dan kesemarakan bunganya.

Adenium untuk koleksi dalam pot , sebaliknya lebih ditekankan pada kemampuan untuk penonjolan display menyeluruh pada bonggol akar dengan wadah potnya , dipadukan dengan bunga dan percabangan yang baik. Hal ini yang tidak dimiliki oleh kolektor dan hobbiest adenium dimanapun diluar negeri selain di Indonesia. Hobbies Luar pada umumnya memperlakukan adenium sebagai tanaman bunga biasa. Hal ini juga terjadi pada sebagian besar pekebun , pedagang dan hobbiest di Indonesia. Ketertarikan Hobbiest luar pada keunikan bonggol lokal , serta seni mendisplay bonggol lokal disesuaikan dengan bentuknya yang beraneka ragam , mengakibatkan banyak bonggol adenium lokal kita yang dikirim keluar negeri.

BONGGI ( BONGGOL INDONESIA ) - SENI MENANAM DAN MENATA BONGGOL ADENIUM DALAM POT

Kriteria adenium dengan menonjolkan bonggol akar dipadukan dengan pengaturan percabangan , pemilihan hybrid jika digrafting yang disesuaikan bonggolnya untuk memberikan penampilan terbaik hanya ada di Indonesia saja. Kriteria ini pertama kali diperkenalkan oleh Bapak Ananta Karna di Bali dengan nama SENI BONGGI (Bonggol Indonesia) yaitu " seni menanam dan menata (mendisplay) bonggol adenium dalam pot dengan menonjolkan bonggol akar dan perpaduan percabangan dan bunga yang kompak " Seni BONGGI juga telah digunakan sebagai acuan oleh sekumpulan pakar adenium yang telah berpengalaman bertahun-tahun di BALI dan LOMBOK untuk menyeleksi dan memelihara adenium. Hasilnya koleksi tanaman yang telah ditata dengan kriteria BONGGI dengan menonjolkan bonggol tadi mendongkrak harganya menjadi juta an - meskipun untuk tanaman yang berukuran dimensi tinggi tidak lebih dari 20 cm , tetapi mampu menonjolkan keunikan yang dimiliki.

Kriteria BONGGI ini menyebar dan diikuti oleh sekelompok kecil penghobi di Jawa dan beberapa bagian Indonesia sebagai patokan gaya dasar. Dewasa ini kriteria BONGGI mulai dapat diterima oleh semakin banyak penghobi adenium ,

ADENIUM ITU SENI BONGGI - BUKAN BONSAI

Menampilkan bonggol akar berbeda dengan seni bonsai pada umumnya , karena dalam bonsai expose bentuk bonggol akar seperti adenium tidak dikenal. Mengecilkan daun adenium seperti halnya bonsai tidak dimungkinkan , pengaturan akar juga berbeda karena cenderung berbonggol.

Seringkali kita lihat terjadinya pemaksaan adenium menjadi bonsai pada umumnya , terutama cabang dan perakaran. Kriteria dan kaedah bonsai yang digunakan hanya pada bagaimana mendisplay tanaman dengan baik , terutama pada ilmu pengaturan percabangannya. Pengaturan percabangan hanya dengan teknik tarik. Training dengan kawat juga sebaiknya dihindari karena dapat menimbulkan bekas pada batang yang tidak dapat disembuhkan - tetapi masih ditoleransi asalkan tidak berbekas. Jika berbekas maka akan mengurangi penilaian sangat drastis. Terkait resiko ini masih banyak penghobby yang melakukannya tetapi tidak begitu diappreciate , karena menyalahi kodrat alami tanaman adenium.

Perbedaan lain pada bonsai tanaman dipaksa untuk tetap pada bentuknya (kerdil) , sedangkan pada BONGGI sebaiknya adenium ikut membesar dari waktu kewaktu. Baik bonggolnya atau tanaman secara keseluruhan sesuai sifat dasar adenium - yang akan mengangkat harganya (kecuali pada gaya mini dimana perlakuannya mirip seperti bonsai).

Hal-hal diatas yang juga menjadi perdebatan pakar bonsai di Luar Negeri yang akhirnya membedakan seni menanam dalam pot untuk adenium dari bonsai mengingat perbedaan karakter yang sangat mencolok.

Meskipun dalam lomba-lomba yang ada sekarang kriteria penilaian masih mengikuti selera juri yang notabena kebanyakan eks-penghobi bonsai - juga tidak mengikuti perkembangan terakhir munculnya BONGGI ini yang menjalar secara underground dari mulut kemulut (bukan gosip). Sehingga dalam kontes penilaian adenium kerap melupakan sifat dasar tanaman adenium yang berbeda dari tanaman yang digunakan bonsai , dengan mengorbankan segala potensi yang dimiliki adenium yang ada. Sampai kapan ? Tanya ken apa ?

Ke depan SENI BONGGI - seni menanam dan mendisplay adenium di pot dengan menonjolkan bonggol akar dan perpaduan percabangan dan bunga yang kompak diharapkan dapat menjadi standar , terkenal dan berkembang keseluruh dunia sebagaimana halnya seni bonsai sebagai BONGGI yaitu seni asli indonesia , dengan kriteria standar dan patokan pakem yang kita kenal secara turun temurun.

 

Saran dan kritik terhadap situs ini sangat diharapkan agar situs ini dapat dikembangkan menjadi lebih baik di masa mendatang. Terima kasih
 
 
Menurut anda, apa yang paling menarik dari tanaman adenium?
Bunga
Batang
Bonggol
Lainnya
 
 
 
   

 
 
Pasang bener anda di myadenium.com
 
Dunia Flora - Flora Indonesia Untuk Dunia
 
Surya Flora
 
Nuansa Flora
  myadenium.com ©2006- Powered by  9element.com